Bulog Batam dan Tanjung Pinang Turut Andil Jaga Stabilitas Harga melalui Gerakan Pangan Murah Serentak 2026

Untuk pelaksanaan GPM di Tanjungpinang, Bulog menyiapkan beras SPHP sebanyak 2 ton, beras premium 1 ton, serta Minyak Kita sebanyak 50 dus. Sementara di Kota Batam, kegiatan GPM diselenggarakan oleh Biro Perekonomian Kota Batam pada 9–13 Februari 2026 di dua titik lokasi berbeda setiap harinya, dengan melibatkan distributor dan pelaku usaha setempat.

“Selama rangkaian GPM di Batam, Bulog menyiapkan stok beras SPHP 2 ton, beras premium 1 ton, dan Minyak Kita 20 dus. Ini bentuk dukungan kami agar masyarakat bisa memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Guido.

Ia menambahkan, Bulog Batam siap menyesuaikan suplai apabila terjadi lonjakan permintaan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gejolak harga sekaligus memastikan masyarakat tetap mudah mengakses kebutuhan pokok.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  3,3 Juta Ton Beras Disiapkan, Bulog Optimistis Harga Pangan Tetap Terkendali

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa GPM merupakan bagian dari gerakan nasional untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menjamin kebutuhan dasar.

“GPM ini menjadi gerakan nasional karena merupakan salah satu bentuk kehadiran negara untuk menjamin ketersediaan kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Ansar.

Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemprov Kepri telah melaksanakan GPM sebanyak 79 kali di seluruh kabupaten/kota. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan 69 kali pelaksanaan dengan pola yang lebih terarah dan kolaboratif.

Menurut Ansar, keberhasilan GPM tidak lepas dari sinergi seluruh pihak, termasuk Bulog, distributor pangan, serta pemerintah kabupaten/kota. Ia pun mengajak organisasi kemasyarakatan dan profesi untuk ikut menyelenggarakan kegiatan serupa, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi.

BACA JUGA:  Arios, UMKM Batik Binaan BI Kepri Tembus Pasar Ekspor. 'Produk Fashion Lokal Diminati Pasar Internasional'

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *