Peningkatan kedalaman tersebut menjadi syarat penting agar kapal kelas Panamax Full berkapasitas 2.000 hingga 2.500 TEUs dapat bersandar secara optimal di Pelabuhan Batu Ampar.
Langkah ini diyakini akan meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperbesar volume ekspor dan impor melalui Batam.
Tak hanya fokus pada peningkatan infrastruktur, BTP juga tengah menyusun strategi pembukaan rute direct call baru ke kawasan Middle East, termasuk Arab Saudi.
Selain itu, peluang konektivitas menuju pelabuhan-pelabuhan di Eropa dan Australia juga mulai dipersiapkan sebagai bagian dari ekspansi jaringan global.
Ekspansi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi industri di Batam, memangkas biaya logistik, serta mempercepat waktu distribusi barang ke berbagai negara tujuan.
Dengan semakin luasnya jaringan pelayaran internasional dan penguatan infrastruktur pelabuhan, Batam kian menunjukkan kapasitasnya sebagai hub logistik dan maritim internasional.
Transformasi ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan negara tetangga dan memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat perdagangan dan distribusi utama di kawasan Asia Pasifik. (Iman Suryanto)
