Selain cabai merah, beberapa komoditas pangan lain juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi, yakni, Minyak goreng sebesar 0,04 persen, Bawang merah sebesar 0,04 persen, Tomat sebesar 0,03 persen dan Beras sebesar 0,02 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pangan masih menjadi faktor paling sensitif dalam pembentukan inflasi nasional.
Tidak hanya pangan, kelompok energi dan transportasi juga memberikan tekanan terhadap inflasi Mei 2026.
Harga bahan bakar rumah tangga, termasuk LPG dan BBM non-subsidi, memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen. Sementara itu, harga bensin dan tarif angkutan udara masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen.
Kenaikan harga energi tersebut berdampak luas terhadap biaya distribusi barang dan jasa, sehingga berpotensi menimbulkan efek lanjutan terhadap harga berbagai kebutuhan masyarakat.
Meski inflasi meningkat, sejumlah komoditas masih memberikan kontribusi deflasi yang membantu menahan laju kenaikan harga secara keseluruhan.
BPS mencatat daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,06 persen. Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada Emas perhiasan, dan telur ayam ras.
