BPS: 1 Juta Lulusan Perguruan Tinggi Masih Cari Kerja, Ini Penyebabnya

Industri Padat Karya Perlu Diperkuat

Bagong mengatakan persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi tidak dapat hanya dilihat dari kemampuan para sarjana. Arah pembangunan ekonomi juga turut menentukan seberapa luas lapangan pekerjaan yang tersedia.

Karena itu, ia mendorong pengembangan industri padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah lebih besar.

Di tengah terus bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi, Bagong juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pendidikan. Banyaknya jumlah sarjana dinilai tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak dibarengi dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

Bacaan Lainnya

Perguruan tinggi, menurutnya, perlu memastikan proses pendidikan mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar tenaga kerja.

“Percuma lulusan sarjana banyak apabila kualitas perguruan tingginya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pemerintah dan Kampus Harus Bersinergi

Bagong menilai pemerintah dan perguruan tinggi perlu bergerak bersama untuk mengatasi persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi.

Pemerintah dapat memperluas kesempatan kerja melalui arah pembangunan yang mendorong pertumbuhan industri padat karya. Sementara itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan kompetensi lulusannya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Jangan hanya mengejar jumlah sarjana, tetapi pastikan mereka memiliki kualitas dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” kata Bagong.

Dengan demikian, peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia diharapkan tidak hanya menghasilkan lebih banyak gelar akademik, tetapi juga tenaga kerja yang memiliki kompetensi relevan serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia industri.

SUMBER: CNBC INDONESIA

Pos terkait