BP Batam Targetkan Rempang Eco-City Mulai Bergerak November 2026, Agro dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis

Fary menegaskan bahwa pelibatan masyarakat menjadi salah satu tujuan utama program ketahanan pangan yang direncanakan.

“Ketahanan pangan ini tujuannya melibatkan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, BP Batam belum merinci bentuk kegiatan agro yang akan dijalankan, skala pengembangannya, maupun target produksi yang hendak dicapai. Rincian program masih perlu disesuaikan dengan kesiapan lahan dan rencana pelaksanaan bersama pihak terkait.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BUP BP Batam: Wisman dari Malaysia Meningkat 85 Persen di 2024

Dari sisi ekonomi, pengembangan sektor agro berpotensi menjadi salah satu pintu masuk bagi aktivitas usaha masyarakat. Namun, dampaknya terhadap pendapatan warga dan rantai pasok pangan setempat akan bergantung pada bentuk program, akses partisipasi, serta pelaksanaan di lapangan.

Meski menargetkan program mulai bergerak pada awal November 2026, BP Batam menegaskan bahwa kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting sebelum kegiatan dapat direalisasikan.

Fary menjelaskan, BP Batam pada prinsipnya siap mendorong pelaksanaan program apabila kebutuhan lahan dan kesiapan pihak yang terlibat telah terpenuhi.

“Kalau sudah siap di sana, kita sudah siap untuk mendorong kesiapan lahannya. Kalau mereka sudah siap, kita sudah bisa jalan,” jelasnya.

BACA JUGA:  OJK Catat Kredit Bank Tumbuh 13,58% pada Juli 2026, Kualitas Aset Tetap Terjaga

Adapun kepastian mengenai luas lahan dan alokasinya berada dalam kewenangan deputi BP Batam yang membidangi pengelolaan lahan.

Dengan demikian, target awal November masih merupakan sasaran pelaksanaan, bukan kepastian bahwa seluruh tahapan pengembangan Rempang Eco-City akan langsung berjalan pada waktu tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *