“Pemenuhan kebutuhan air bersih dan listrik perlu direncanakan secara berkelanjutan. Kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas, sementara sektor industri perlu didukung dengan infrastruktur dan skema pelayanan yang sesuai,” ujar Denny.
Teknologi SWRO Jadi Alternatif Pasokan Air Industri
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah industri pusat data atau *data center*. Selain membutuhkan pasokan listrik yang andal, sektor ini juga memerlukan perencanaan kebutuhan air yang sesuai dengan karakteristik operasionalnya.
Untuk mendukung kebutuhan air industri, BP Batam mendorong pemanfaatan teknologi *Sea Water Reverse Osmosis* (SWRO), yakni teknologi pengolahan air laut melalui proses penyaringan menggunakan membran untuk menghasilkan air bersih.
Pemanfaatan SWRO berpotensi menjadi alternatif sumber air bagi kegiatan industri, sehingga tekanan terhadap sumber air baku konvensional dapat dikelola dengan lebih baik. Implementasinya tetap membutuhkan kajian teknis, keekonomian, kebutuhan energi, serta pengelolaan lingkungan yang memadai.
Di sisi lain, penyediaan air untuk kawasan industri perlu berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur kelistrikan. Integrasi kedua kebutuhan tersebut menjadi penting agar pengembangan pusat data dan sektor industri lainnya dapat berlangsung dengan dukungan utilitas yang memadai.
Bagi Batam, kesiapan infrastruktur dasar merupakan salah satu faktor penting untuk mempertahankan daya tarik investasi, meningkatkan kepastian operasional usaha, serta memperkuat posisi daerah sebagai kawasan industri dan ekonomi strategis.
DPD RI Tekankan Koordinasi dan Keberlanjutan
Sementara itu, Anggota DPD RI, Ria Saptarika, menekankan pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan dalam menjamin ketersediaan air bersih dan listrik.
