Dalam pemaparan yang disampaikan, perwakilan Pertamina dan PLN memastikan bahwa stok BBM di Batam saat ini berada dalam kondisi aman.
Ketersediaan pasokan dinilai masih mencukupi sehingga pelaku usaha diminta tidak khawatir terhadap potensi kelangkaan dalam waktu dekat, meskipun tekanan harga global terus meningkat.
Pelaku usaha yang hadir juga menyampaikan sejumlah tantangan, terutama terkait kebutuhan BBM untuk operasional industri dan proyek konstruksi.
Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama guna merumuskan langkah mitigasi yang cepat dan tepat.
Li Claudia menekankan bahwa BP Batam akan terus berperan sebagai fasilitator antara pemerintah dan dunia usaha, memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap dinamika global.
Melalui sinergi ini, BP Batam optimistis stabilitas energi di Batam dapat terjaga dan terus mendukung keberlanjutan investasi serta pertumbuhan ekonomi daerah. (***)










