BP Batam juga melakukan sejumlah upaya teknis untuk mengoptimalkan penyelesaian pekerjaan tanpa mengabaikan aspek mutu dan keselamatan.
Salah satunya dengan menggunakan mutu beton yang lebih tinggi dari standar yang sebelumnya direncanakan. Selain itu, BP Batam menggunakan bahan perekat (adhesive) untuk mempercepat proses pengeringan beton.
Diketahui, pekerjaan pembongkaran dan penggalian mencapai panjang sekitar 25 hingga 30 meter, dengan kedalaman mencapai 2 meter sesuai rencana teknis.
Tahapan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur tanah sekaligus mendukung sistem drainase dan permeabilitas tanah di area penanganan.
“Kami terus berupaya melakukan inovasi agar pelaksanaan pekerjaan ke depan semakin baik, dengan tetap mengutamakan standar teknis yang wajib dipenuhi. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat penutupan jalan ini. Kami juga memohon pengertian dan kesabaran masyarakat karena pekerjaan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas serta keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota / Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan bahwa proses perbaikan membutuhkan tahapan teknis yang harus dikerjakan secara cermat agar penanganan tidak hanya berfokus pada kerusakan yang terlihat di permukaan.













