Langkah ini diyakini akan mempercepat pengurangan skill gap sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat investasi regional dan global.
Mengakhiri pemaparan, Fary Djemy Francis menegaskan bahwa MANTAB bukan hanya program ketenagakerjaan jangka pendek, tetapi pondasi masa depan ekonomi Batam.
“Ekosistem talenta Batam harus bekerja bukan hanya untuk hari ini, tapi menciptakan masa depan. Kita ingin Batam menjadi tempat lahirnya inovasi dan industri berkelas dunia.”
Dengan peluncuran ini, Batam semakin memantapkan posisinya sebagai lokomotif ekonomi nasional dengan keunggulan berbasis kualitas SDM yang berdaya saing global. (Iman Suryanto)
