BP Batam Luncurkan MANTAB untuk Sinkronkan Talenta Lokal dengan Kebutuhan Industri

Fary mengungkapkan adanya paradoks besar. Meski investasi dan ekonomi tumbuh pesat, hal itu belum sepenuhnya diikuti oleh kesiapan tenaga kerja lokal.

“Tingkat pengangguran terbuka di Batam masih berada pada angka 7,68 persen, atau sekitar 3 persen lebih tinggi dibanding angka nasional yang berada di level 4,82 persen,” jelasnya.

Dari total 990 ribu penduduk usia kerja, terdapat sekitar 50 hingga 51 ribu pencari kerja yang belum terserap pasar tenaga kerja. Pada 2024 saja, terdapat 23.551 pencari kerja baru, di tengah tingginya minimum wages Batam yang mendekati Rp5 juta sehingga menjadi magnet bagi pencari kerja dari daerah lain.

Bacaan Lainnya

Dengan dinamika ini, kebutuhan strategi ketenagakerjaan yang adaptif menjadi sangat mendesak.

Sebagaimana diketahui, MANTAB hadir sebagai solusi smart workforce ecosystem yang menghubungkan:
1. Pendidikan (Politeknik Negeri Batam dan lembaga lainnya)
2. Industri manufaktur, teknologi, logistik dan maritim
3. Pemerintah sebagai regulator
4. BUMN dan pelaku usaha swasta

Platform ini memanfaatkan teknologi AI dan IoT untuk memetakan kemampuan dan kompetensi tenaga kerja, menyediakan pelatihan dan upskilling sesuai kebutuhan industri, menstandarkan sertifikasi kompetensi nasional dan global, dan menyediakan job matching real-time berbasis permintaan pasar, serta mendorong ekonomi kreatif dan UMKM melalui creative hub.

Pos terkait