BP Batam : KEK Tanjung Sauh Didorong Jadi Motor Baru Ekonomi Batam

Dalam pertemuan tersebut, Chairman Panbil Group Johanes Kennedy Aritonang hadir bersama jajaran Anggota/Deputi BP Batam. Diskusi berfokus pada penguatan harmonisasi kebijakan, kepastian tata kelola kawasan, hingga percepatan penyelesaian berbagai kendala investasi yang sebelumnya menghambat progres proyek.

Kawasan Industri Tanjung Sauh diketahui merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepulauan Riau.

Status kawasan ini semakin kuat setelah resmi ditetapkan sebagai KEK Tanjung Sauh melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2024. Penetapan tersebut menegaskan posisi Batam sebagai salah satu motor penggerak investasi nasional berbasis industri, logistik, dan perdagangan internasional.

Bacaan Lainnya

Proyek pengembangan kawasan ini diprakarsai oleh PT Batamraya Sukses Perkasa (PT BSP), anak usaha Panbil Group, dengan target luas pengembangan mencapai 840,67 hektare di Pulau Tanjung Sauh.

Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan yang tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan Batam, tetapi juga menjangkau kawasan penyangga dan wilayah strategis lainnya.

Kehadiran KEK Tanjung Sauh diproyeksikan menjadi game changer bagi ekonomi daerah. Selain menarik investasi berskala besar, kawasan ini berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok industri, serta meningkatkan kontribusi Batam terhadap perekonomian nasional.

Pos terkait