BP Batam : 10 Perusahaan Data Center Terdaftar di Batam, Investasi SWRO Capai Rp500 Miliar

Teknologi SWRO mengolah air laut menjadi air tawar melalui sejumlah tahapan. Proses diawali dengan pengambilan air laut melalui pipa intake yang dilengkapi sistem penyaringan.

Tahap berikutnya adalah pra-pengolahan untuk menyaring dan menyesuaikan kualitas air laut sebelum masuk ke proses utama reverse osmosis.

Pada tahap reverse osmosis, garam dan kandungan lainnya dipisahkan dari air laut menggunakan membran bertekanan tinggi. Tahapan ini menjadi salah satu bagian dengan kebutuhan investasi terbesar dalam pembangunan fasilitas SWRO.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  BP Batam akan Evaluasi Jembatan Sei Ladi Lama. Rudi: Menghindari Hal yang Tak Diinginkan

“Setelah itu, air hasil pengolahan memasuki tahap post treatment, termasuk penyesuaian mineral, disinfeksi dan penyimpanan. Air yang telah memenuhi standar kemudian didistribusikan kepada pengguna, termasuk data center maupun kawasan ekonomi khusus,” tegasnya.

BP Batam menegaskan pengembangan industri data center di Batam tetap diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat terhadap sumber daya dasar.

Dorongan terhadap konsep one investment menjadi bagian dari upaya memastikan investor ikut memperhatikan kebutuhan air dan listrik seiring pembangunan fasilitas data center.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *