IDNNEWS.CO.ID, BALI – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026 dalam sebuah agenda nasional yang digelar di Bali, Senin (27/7/2026).
Program ini menjadi strategi utama BI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga pangan melalui sinergi erat bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
GPIPS 2026 merupakan transformasi dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang selama ini dijalankan Bank Indonesia. Melalui program tersebut, BI tidak hanya berfokus pada pengendalian inflasi, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang lebih kuat dari hulu hingga hilir.
Program ini mengedepankan penguatan produktivitas pertanian, efisiensi rantai pasok, kelancaran distribusi, hingga stabilisasi harga pangan, terutama pada komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang merah.
Dalam implementasinya, BI mengusung strategi 4K, yakni menjaga Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi yang efektif melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID).
Selain GPIPS, Bank Indonesia juga memperkuat ketahanan pangan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang mendorong perbankan meningkatkan pembiayaan kepada sektor pertanian, industri pengolahan, hilirisasi pangan, koperasi, serta UMKM pangan.
BI juga terus memperluas digitalisasi sektor pertanian melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan digital farming, serta ekosistem digital pesantren untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional.
