BI dan TNI AL Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 dari Batam

Ronny menjelaskan, sinergi antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam program Ekspedisi Rupiah Berdaulat bahkan mendapat pengakuan dunia internasional. Pada 2024 lalu, kolaborasi tersebut memperoleh penghargaan internasional kategori Currency Initiative karena dinilai sukses menghadirkan layanan bank sentral di wilayah geografis ekstrem.

“Kolaborasi ini mendapatkan apresiasi internasional karena menjadi inovasi Bank Sentral bersama angkatan laut dalam menghadapi tantangan distribusi uang di wilayah 3T. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan layanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara nasional layanan ekspedisi terus meningkat. Tahun ini jumlah wilayah pulau 3T yang dijangkau meningkat menjadi 97 pulau, dengan Kepulauan Riau menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki ribuan pulau dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Pasokan BBM Bengkalis Dipastikan Aman, Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan

Sementara itu, Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV Batam, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, menegaskan bahwa bagi TNI AL, rupiah bukan sekadar alat transaksi ekonomi, melainkan simbol identitas bangsa dan bagian dari kedaulatan negara.

“Bagi TNI Angkatan Laut, rupiah bukan sekadar alat transaksi ekonomi, tetapi simbol identitas bangsa dan manifestasi kedaulatan negara. Beredarnya rupiah di pulau-pulau terluar adalah bukti nyata kehadiran negara,” tegasnya.

Dalam ekspedisi ini, TNI AL mengerahkan KRI Bedelau 643, kapal perang yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak pengamanan wilayah kerja Armada I, termasuk kawasan perbatasan Kepulauan Riau.

BACA JUGA:  Kepala BI Kepri Rony Widijarto: Digitalisasi Pembayaran Bukanlah Sekadar Tren, Melainkan Kebutuhan Zaman

Ketut menyebut misi pelayaran sejauh 1.135 nautical mile bukan perjalanan singkat. Sebagai gambaran, jarak Batam-Singapura hanya sekitar 7 nautical mile, sementara ekspedisi kali ini menempuh jarak ratusan kali lebih jauh untuk memastikan pelayanan negara hadir hingga ke pelosok.

Ia meminta seluruh prajurit dan tim Bank Indonesia menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan misi tersebut sebagai pengabdian menjaga persatuan Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *