Belajar di Tengah Fasilitas Rapuh, Asa Siswa SDN 002 Impol Anambas Tetap Menyala

IDNNEWS.CO.ID, ANAMBAS – Di tengah semangat anak-anak desa mengejar mimpi, SDN 002 Desa Impol justru berdiri dengan wajah yang menyimpan banyak cerita. Di balik deretan bangunan sederhana itu, ada kegelisahan yang perlahan mengemuka—tentang ruang belajar yang tak lagi ramah, fasilitas yang kian rapuh, dan harapan yang menunggu uluran perhatian.

Langkah kaki siswa setiap pagi masih sama: berlarian memasuki halaman sekolah, membawa tas dan cita-cita. Namun, tidak semua sudut sekolah mampu menyambut mereka dengan kondisi yang layak. Sejumlah fasilitas penting seperti perpustakaan, kantin, hingga rumah guru kini berada dalam kondisi memprihatinkan.

BACA JUGA:  Antrian Membludak, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Tambah Konter Layanan

Perpustakaan sekolah yang seharusnya menjadi jendela dunia bagi siswa kini nyaris tak berfungsi. Bangunan yang mengalami kerusakan membuat ruang tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Rak buku yang semestinya menjadi saksi lahirnya mimpi-mimpi besar anak desa kini tak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk belajar.

Bacaan Lainnya

Padahal, di sekolah-sekolah terpencil, perpustakaan sering menjadi satu-satunya ruang bagi siswa mengenal dunia di luar kampung halaman mereka. Ketika ruang itu tak lagi layak, kesempatan untuk menumbuhkan minat baca pun ikut tergerus.

BACA JUGA:  Literasi Investasi Legal jadi Fokus Kinerja OJK Kepri di 2025

Kantin sekolah—tempat sederhana yang biasanya riuh oleh canda dan tawa—juga mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi bangunan yang tidak layak menimbulkan kekhawatiran akan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.

Bagi sebagian siswa, kantin bukan hanya tempat membeli makanan, tetapi juga ruang berbagi cerita saat waktu istirahat. Kini, ruang kebersamaan itu justru menyimpan kekhawatiran baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *