Batam Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat International Jazz Day 2026

Ilustrasi Musik Jazz
Ilustrasi Musik Jazz

Panggung hari ke-3 pada 2 Mei 2026 akan dibuka oleh Luke Jozsua, drummer muda dengan permainan eksploratif dan penuh energi. Penampilannya merepresentasikan perkembangan generasi baru jazz yang semakin kompetitif.

Selain itu, sejumlah penampil turut memeriahkan acara, seperti C.O.A, Tanaka Manaloe, BOP Quintet, Tanjak Impromptu (Batam), Alphamama dari Belanda, serta Diminished 7th dari Tanjung Pinang. Kehadiran musisi mancanegara dinilai mampu menarik wisatawan musik sekaligus memperluas jaringan kolaborasi internasional.

Puncak acara akan menampilkan Sausan, mahasiswi Politeknik Batam yang dikenal lewat program Jazzelasa, serta Roadroots, band binaan BJS yang tumbuh bersama komunitas. Penutup festival menghadirkan kolaborasi lintas negara: Nita Aartsen dari Bali bersama Pong Nakornchai dari Thailand, Alexander, dan Brandon.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Bakti Sosial IDI di Pulau Kasu Tuai Apresiasi Ketua DPRD Kepri

Kehadiran musisi internasional memberi efek multiplikasi ekonomi, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro. Event musik berskala global seperti ini juga memperkuat citra Batam sebagai destinasi wisata kreatif di kawasan perbatasan.

Pelaku industri kreatif menilai festival musik memiliki dampak ekonomi berlapis. Selain menciptakan lapangan kerja temporer, acara ini juga meningkatkan konsumsi lokal dan memperluas promosi Batam sebagai destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

BJS menegaskan bahwa International Jazz Day 2026 di Batam bukan hanya tentang hiburan, tetapi perayaan identitas, kolaborasi, dan regenerasi. Komunitas jazz di Batam telah menjadi wadah pembinaan talenta muda sekaligus jembatan menuju panggung internasional.

BACA JUGA:  Kuota Besar, Harga Ringan. 'Surprise Deal SIMPATI Siap Manjakan Pelanggan'

“Jazz bukan sekadar musik, tetapi gerakan. Batam adalah bagian dari gerakan itu,” tutup Ryan.

Dengan kolaborasi lintas negara dan partisipasi komunitas lokal, International Jazz Day 2026 menjadi bukti bahwa musik dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus diplomasi budaya dari Batam untuk dunia. (IMAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *