Batam di Persimpangan Krisis Sampah, Seruan Perubahan dari Forum Masyarakat Peduli Batam Maju

“Kita tidak boleh berpura-pura bahwa kondisi ini baik-baik saja,” ujar Osman Hasyim, menegaskan urgensi persoalan. “Kalau tidak ada perubahan, Batam akan kesulitan mengendalikan persoalan sampah dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.”

  1. Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Kawasan: Membangun Fondasi Baru

Usulan pertama forum ini menekankan pentingnya TPS3R di setiap kecamatan. Selama ini, banyak sampah yang langsung diangkut tanpa melalui proses pemilahan atau pengurangan di tingkat awal.

TPS3R dinilai mampu mengurangi tekanan pada TPA sekaligus membuka peluang ekonomi melalui bank sampah, daur ulang, hingga produksi kompos.

Bacaan Lainnya

Forum juga mendorong kemandirian pengelolaan sampah pada perumahan, ruko, dan kawasan komersial. Artinya, pengembang dan pengelola kawasan harus memiliki sistem yang jelas, terukur, dan tidak lagi sepenuhnya bergantung kepada pemerintah.

  1. Infrastruktur Modern: Dari RDF hingga Waste-to-Energy

Teknologi menjadi poin penting dalam usulan FMPBM. Kota dengan skala seperti Batam dianggap sudah saatnya meninggalkan pola pengelolaan konvensional.

Pemanfaatan RDF (Refuse Derived Fuel) dan waste-to-energy menjadi salah satu solusi yang dapat mengurangi tumpukan sampah sekaligus menghasilkan nilai tambah berupa energi.

Pos terkait