Batam-Bintan Dibidik Jadi Gerbang Ekonomi Halal ASEAN ke Pasar Global

Keunggulan Batam, menurut Nguyen, juga terletak pada posisinya yang tidak hanya dekat dengan Singapura secara geografis, tetapi telah terhubung dengan ekonomi global melalui jaringan investasi dan perdagangan Singapura.

Ia menyebut pada semester pertama 2024, Singapura menyumbang sekitar 69 persen investasi asing ke Batam.

“Batam bukan sekadar dekat secara geografis dengan Singapura, melainkan terhubung secara ekonomi ke ekonomi global melalui Singapura,” katanya.

Bacaan Lainnya

Posisi tersebut dapat menjadi modal penting apabila Batam diarahkan menjadi bagian dari Halal Business Hub regional.

Halal Hub Vietnam melihat setidaknya lima sektor yang dapat menjadi mesin kerja sama Vietnam-Batam-Bintan. Pertama adalah halal sourcing. Produsen pertanian, pengolah pangan dan manufaktur Vietnam dapat dipertemukan dengan pembeli, distributor serta investor Indonesia melalui jaringan B2B.

Kedua, produksi bersama dan manufaktur. Dalam model tersebut, Vietnam dapat memasok kapasitas produksi dan bahan baku. Batam-Bintan menyediakan basis investasi manufaktur, infrastruktur dan akses pasar regional, sedangkan Singapura dapat memperkuat pembiayaan, teknologi dan konektivitas internasional.
Model ini membuka peluang terbentuknya rantai produksi lintas negara yang lebih efisien.

Ketiga, logistik halal dan keterlacakan digital. Menurut Nguyen, produk halal tidak cukup hanya memenuhi standar ketika keluar dari pabrik. Status dan integritas halal harus dapat dijaga selama proses penyimpanan, transportasi, distribusi hingga sampai ke konsumen.

Karena itu, peluang bisnis baru terbuka pada pengembangan gudang, transportasi, dokumentasi digital, sistem traceability dan manajemen rantai pasok halal.

Keempat, sertifikasi halal dan akses pasar. Bagi pelaku usaha internasional, sertifikasi menjadi salah satu pintu utama untuk memasuki pasar halal Indonesia.

Nguyen menyebut BPJPH pada 2024 melaporkan hampir 9,8 juta produk telah bersertifikat halal, sementara 93 lembaga halal luar negeri di 62 negara telah menjalin kesepakatan saling pengakuan dengan BPJPH.

Perkembangan tersebut dinilai memperlihatkan semakin internasionalnya ekosistem halal Indonesia.

“Bagi pelaku bisnis Vietnam, keterlibatan yang lebih dalam dengan ekosistem ini dapat membantu mengubah kepatuhan menjadi akses pasar,” ujarnya.

Kelima adalah promosi bersama ke pasar global. Targetnya tidak berhenti di ASEAN. Kawasan ini dapat dijadikan basis untuk melakukan ekspansi bersama ke Arab Saudi, kawasan GCC hingga Eropa.(Iman Suryanto)

Pos terkait