Kemudian, usia orang tua, terutama di atas 40 tahun, yang memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak dengan kebutuhan khusus.
Selain itu, tingkat stres ibu selama kehamilan, yang berlebihan dapat berdampak pada perkembangan janin dan paparan zat berbahaya, seperti rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang.
Disisi lain, pola makan tidak sehat, termasuk konsumsi makanan cepat saji dan junk food yang berlebihan.
Selain faktor biologis, penggunaan gadget pada anak usia dini juga menjadi perhatian. Anak yang terlalu lama terpapar layar berisiko mengalami hambatan dalam perkembangan sosial.
“Anak bisa jadi lebih memilih berinteraksi dengan benda daripada manusia. Ini membuat mereka cenderung menyendiri dan kurang berkomunikasi,” jelasnya.
Namun, penting dipahami bahwa penggunaan gadget tidak menyebabkan autisme secara langsung, melainkan dapat memperburuk gejala sosial jika tidak dikontrol.
Dr. Ruwinah juga meluruskan anggapan keliru yang masih berkembang di masyarakat, khususnya di Asia, yang mengaitkan autisme dengan hal-hal mistis.
“Bukan karena pengaruh gaib, tetapi karena sistem saraf otak mereka bekerja berbeda,” tegasnya.








