Sebagaimana diketahui, struktur ekonomi kota Batam didominasi oleh sektor Manufaktur dan industri pabrik; Perdagangan; Perhotelan dan pariwisata; Kuliner; dan Konstruksi.
Sebagian besar sektor tersebut membutuhkan kehadiran fisik pekerja sehingga skema kerja jarak jauh sulit diterapkan secara luas.
Rafki menegaskan bahwa penerapan WFH tidak akan menurunkan produktivitas jika diatur dengan baik oleh perusahaan. Menurutnya, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan pola kerja agar target kinerja tetap tercapai.
“Karyawan yang bekerja dari rumah tetap bekerja, bukan meninggalkan pekerjaan. Pengusaha bisa mengatur agar produktivitas tetap tidak terganggu,” katanya.
APINDO Batam menegaskan kesiapan pengusaha untuk menyesuaikan kebijakan pemerintah secara proporsional. Pendekatan fleksibel dinilai menjadi kunci agar dunia usaha tetap produktif sekaligus responsif terhadap tantangan global.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kesejahteraan pekerja, serta ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang. (Iman Suryanto)
