Anambas Tetap Aman Sepanjang 2025, Polres Tingkatkan Pengawasan Jalur Narkoba

Selain itu, terdapat pula kasus pencurian dengan pemberatan, penggelapan, penipuan, pencurian biasa, penganiayaan, penyerobotan tanah, hingga satu kasus pembunuhan.

Dari total kasus kejahatan konvensional tersebut, sebanyak 32 kasus telah ditangani dengan tingkat penyelesaian mencapai lebih dari 70 persen. Rinciannya, 23 kasus telah selesai, 4 kasus dalam tahap penyidikan, dan 5 kasus masih dalam proses pendalaman.

Untuk kejahatan transnasional, khususnya narkotika, Polres Anambas menangani 15 kasus sepanjang 2025, meningkat satu kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 12 kasus telah diselesaikan dan 3 kasus masih dalam proses penyidikan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 80 persen.

Bacaan Lainnya

Barang bukti narkotika yang berhasil diamankan dan dimusnahkan sepanjang tahun ini mencapai 4.097,5 gram sabu-sabu. Kapolres menegaskan bahwa angka ini menjadi sinyal kuat meningkatnya ancaman peredaran narkoba di wilayah perbatasan.

“Kepulauan Anambas berada di wilayah perbatasan dan sangat rawan. Kami menduga kuat daerah ini mulai dijadikan lokasi transit narkotika dengan modus ship to ship atau dititipkan di laut,” jelasnya.

Ia menyebut, luasnya wilayah dengan 252 pulau serta banyaknya jalur tidak resmi menjadi tantangan besar dalam pengawasan. Modus terbaru peredaran narkoba bahkan menggunakan kemasan teh asal China, yang menunjukkan kuatnya keterlibatan jaringan internasional.

“Ini seperti fenomena gunung es, yang terlihat hanya permukaannya saja. Kami butuh kepedulian dan kerja sama semua pihak untuk mencegah peredaran narkoba,” tegas Kapolres.

Pos terkait