Amsakar memastikan percepatan pembangunan tetap dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan keselamatan.
“Percepatan dilakukan secara terukur tanpa mengabaikan aspek mutu dan keselamatan pekerjaan,” tegasnya.
Li Claudia: Tegas pada Aturan, Dekat dengan Masyarakat
Di sisi lain, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra memberikan warna tersendiri dalam kepemimpinan Batam.
Sebagai perempuan pertama yang memimpin Batam bersama Kepala BP Batam, Li Claudia dikenal tegas dalam menyikapi persoalan aturan, pelayanan, dan kepentingan pembangunan.
Namun, ketegasan tersebut berjalan beriringan dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Li Claudia juga kerap turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi infrastruktur dan berdialog dengan masyarakat.
Interaksi dengan warga, termasuk emak-emak dan anak-anak, menjadi bagian dari pendekatan humanis yang ditunjukkannya.
“Kami ingin Batam menjadi tempat yang memberikan kepastian untuk tumbuh, ruang bagi dunia usaha untuk berkembang, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ketegasan terhadap aturan dan kedekatan dengan masyarakat menjadi dua pendekatan yang saling melengkapi.
Pembangunan membutuhkan aturan yang jelas untuk menciptakan kepastian bagi investor. Namun, pembangunan juga membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan masyarakat secara langsung.
Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen
Penguatan infrastruktur tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan investasi.
Berdasarkan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi Batam pada semester I-2026 mencapai Rp38,97 triliun.
Capaian tersebut setara dengan 55,67 persen dari target investasi 2026 sebesar Rp70 triliun.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi tersebut tumbuh 62,75 persen.
Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada semester I-2026 mencapai Rp29,89 triliun.
