Hal tersebut terlihat dari penurunan angka kemiskinan di Kota Batam dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus meningkat hingga mencapai 83,80.
“Membangun bukan hanya soal fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Kami berkomitmen meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, serta bantuan sosial, termasuk bantuan lansia dan beasiswa bagi warga hinterland,” ujarnya.
Terkait proses perencanaan pembangunan, Amsakar mengingatkan pentingnya sinkronisasi data antara Pemko Batam dan BP Batam agar target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dapat tercapai. Ia juga menekankan pentingnya integritas dan kedisiplinan aparatur.
“Saya harap para pimpinan OPD melakukan pembinaan secara intensif. Jangan ada lagi cara kerja lama atau setengah hati. Mari bertransformasi dan lebih terbuka terhadap masukan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan rencana 15 proyek strategis tahun 2026 sebagai jembatan menuju RKPD 2027. Di antaranya pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP di Botania, SD 011 Batam, pembangunan drainase di kawasan GMP Piayu, pembangunan rumah pompa banjir, serta pengadaan sarana persampahan seperti arm roll, compactor, dan bin container.
Selain itu, Pemko Batam juga merencanakan revitalisasi Gedung Beringin sebagai pusat budaya nusantara, pembangunan jalan lingkar utara, serta penguatan infrastruktur dasar di wilayah hinterland.
“Mari kita satukan hati agar Batam ke depan semakin maju, dan pembangunan yang kita lakukan benar-benar inklusif serta berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Amsakar. (***)









