Wakil Gubernur Kepri Apresiasi Pelantikan Pengurus DPD IKAL Lemhannas 2026–2031, Dorong Kontribusi Strategis

IDNNEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., mengapresiasi pelantikan pengurus baru Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (DPD IKAL Lemhannas RI) Provinsi Kepri periode 2026–2031.

Pelantikan yang berlangsung di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (31/10/2026), tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi alumni Lemhannas dalam mendukung pembangunan daerah, memperkokoh wawasan kebangsaan, serta menjaga ketahanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan.

Nyanyang menyampaikan ucapan selamat kepada Laksma TNI (Purn.) Dr. Bambang Wahyudi, S.H., M.H., CTL., yang dipercaya memimpin DPD IKAL Lemhannas RI Provinsi Kepri untuk periode lima tahun mendatang beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Telkomsel Berikan 'THR Spesial' di Momen Hari Raya Idulfitri

Menurut Nyanyang, keberadaan IKAL Lemhannas memiliki posisi strategis dalam menghadirkan pemikiran, gagasan, dan rekomendasi yang konstruktif bagi pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kepulauan Riau.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengapresiasi dan menyambut baik pelantikan pengurus baru DPD IKAL Lemhannas RI Provinsi Kepri. Selamat kepada seluruh pengurus yang telah menerima amanah. Kami berharap kepengurusan ini mampu memperkuat peran organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ujar Nyanyang.

Ia menegaskan, Kepulauan Riau memiliki karakteristik wilayah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan sejumlah negara dan berada di jalur pelayaran serta perdagangan internasional.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri 'Terjun Bebas' Diperingkat Penilaian Keterbukaan Informasi Publik 2024. 'Kurang Informatif'

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, akademisi, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan, untuk memperkuat ketahanan wilayah dan menjaga kepentingan nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *