IDNNEWS.CO.ID, BATAM – Batam, Kepulauan Riau (Kepri), semakin diarahkan menjadi pusat pengembangan industri berteknologi tinggi melalui penguatan investasi di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Energy & Sustainable Industrial Park (GESEIP).
Proyek ini menjalin kerja sama dengan dua investor asal Amerika Serikat, Tynergy Technology Group dan Essence Global, untuk mengembangkan investasi senilai sekitar USD 500 juta atau setara lebih dari Rp8 triliun.
Investasi tersebut menyasar sejumlah sektor strategis, mulai dari hilirisasi pasir silika, pengembangan pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga peluang pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium-ion.
Masuknya investor asal Negeri Paman Sam ini membuka peluang bagi Batam untuk memperkuat struktur industri, dari yang selama ini bertumpu pada manufaktur dan kegiatan perdagangan menjadi kawasan yang semakin terintegrasi dengan rantai pasok teknologi masa depan.
Hilirisasi pasir silika menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena bahan baku tersebut memiliki peran penting dalam berbagai industri, termasuk kaca, elektronik, dan semikonduktor. Pengembangan industri berbasis teknologi juga berpotensi memperluas peluang investasi lanjutan di sektor pendukung.













