POLTEVARA Hadiri Rakernas V PELITA 2026 di Makassar, Perkuat Pendidikan Vokasi Indonesia

IDNNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan.

Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Vokasi Menyongsong Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan”, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi perguruan tinggi vokasi swasta untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menyiapkan arah transformasi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Salah satu tokoh yang menjadi perhatian dalam agenda tersebut adalah Fandy Iood, Direktur POLTEVARA, yang turut berada dalam jajaran tokoh pendidikan dan praktisi vokasi yang disebutkan dalam kegiatan Rakernas V PELITA 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ketua OJK Kepri: Kerugian Investasi dan Pinjol Ilegal 'Se-Nasional' Capai Rp142 Triliun

Peran pimpinan perguruan tinggi seperti Fandy Iood menjadi penting dalam mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pada kompetensi praktis, kebutuhan industri, dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Rakernas V PELITA 2026 diselenggarakan oleh Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia dengan Politeknik Maritim AMI Makassar (POLIMARIM) sebagai tuan rumah.

Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi pimpinan politeknik swasta untuk bertukar gagasan, mengevaluasi tantangan pendidikan vokasi, serta merumuskan langkah strategis dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan sumber daya manusia yang semakin dinamis.

Fandy Iood dan Penguatan Pendidikan Vokasi Berorientasi Industri

BACA JUGA:  Wakil Ketua DPRD Batam: MPI Organisasi Potensial Anak Muda untuk Pembangunan Kepri

Sebagai Direktur POLTEVARA, Fandy Iood menjadi salah satu representasi pimpinan perguruan tinggi yang bergerak dalam pengembangan pendidikan vokasi. Keterlibatan pimpinan institusi pendidikan dalam forum nasional seperti Rakernas PELITA memiliki arti penting dalam membangun keselarasan antara penyelenggaraan pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, dan kebutuhan nyata dunia usaha serta dunia industri.

Penguatan pendidikan vokasi membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan pemahaman teoritis, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis, kemampuan memecahkan masalah, pemahaman terhadap teknologi, serta kesiapan menghadapi perubahan lingkungan kerja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *