Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi, Soroti Antrean SPBU

IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta pemilik mobil mewah dan masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk Pertalite.

Menurut Bahlil, BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang memang memenuhi kriteria sebagai penerima subsidi. Karena itu, masyarakat yang dinilai mampu membeli BBM nonsubsidi diimbau tidak menggunakan BBM subsidi.

“Saya mengimbau kepada saudara-saudara yang mampu, pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, janganlah pakai BBM bersubsidi,” ujar Bahlil usai menghadiri acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Ketua OJK Kepri: Kerugian Investasi dan Pinjol Ilegal 'Se-Nasional' Capai Rp142 Triliun

Bahlil menyoroti penggunaan BBM subsidi oleh kendaraan yang pemiliknya dinilai memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli BBM nonsubsidi. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan BBM subsidi di sejumlah daerah.

Salah satu kasus yang disinggung Bahlil terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Saat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU, polisi disebut menemukan mobil mewah yang telah dimodifikasi dengan tangki berkapasitas hingga 700 liter.

“Memang terjadi shifting (konsumen nonsubsidi ke subsidi), gimana nggak shifting kalau mobil bagus begitu saja diisi pakai minyak subsidi, habis itu dijual lagi,” ucap Bahlil.

Menurut Bahlil, peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani pemerintah. Ia sebelumnya menyampaikan bahwa kondisi kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Makassar mulai terurai dan pasokan BBM di wilayah tersebut kembali terjaga.

BACA JUGA:  Indosat, Nokia, dan NVIDIA Resmikan AI-RAN Research Center

Bahlil menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya antrean panjang adalah pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Pergeseran tersebut terjadi ketika harga minyak dunia meningkat hingga berada di atas 100 dolar AS per barel.

Kondisi itu membuat sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih membeli BBM subsidi.

Selain pergeseran konsumsi, Bahlil juga menyoroti temuan kepolisian mengenai dugaan penggunaan BBM subsidi secara berlebihan yang turut memperpanjang antrean di sejumlah SPBU.

Ia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar persoalan tersebut segera ditertibkan. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dalam pelaksanaan kebijakan BBM di lapangan.

BACA JUGA:  Investor Pasar Modal Melonjak, Kepri Tampil sebagai Penyokong Utama Sumatra

Bahlil kembali mengingatkan bahwa BBM subsidi pada dasarnya ditujukan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima. Karena itu, kendaraan mewah dan konsumen yang mampu membeli BBM nonsubsidi diimbau tidak menggunakan BBM subsidi.

SUMBER: BISNIS INDONESIA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *