Oleh : Ady Indra Pawennari
Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri
Hari itu, sebuah ketulusan yang meruntuhkan air mata mengalir tenang dari ruang kerja Kapolda Kepulauan Riau,Irjen Pol Asep Safrudin. Di tengah badai kecemasan yang sempat berkecamuk hebat di dalam dada, sambutan penuh persahabatan yang ditunjukkan oleh Mantan Wakapolda Kalimantan Barat ini sungguh menjelma menjadi sebuah kejutan yang mengharu biru.
Pertemuan di ruangan yang bersahaja itu bagaikan oase di tengah padang pasir yang gersang dan membakar. Tidak ada sekat formalitas yang kaku, tidak ada jarak pangkat yang angkuh mendominasi. Irjen Pol Asep Safrudin menyambut kami bukan sebagai pejabat tinggi yang sedang menerima tamu, melainkan seperti seorang kakak kandung yang merangkul adiknya dengan kehangatan yang amat tulus.
Padahal, sebelum melangkah masuk melewati pintu itu, saya sempat menyelipkan rasa cemas yang mencengkeram erat di dada. Saya berulang kali mengingatkan para pengurus dan panitia agar menjaga sikap sekaku mungkin.
Tidak ada pembicaraan lain selain silaturahmi dan menyampaikan undangan pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digagas oleh Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bekerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta.
Kami sadar diri, kami hanyalah sekumpulan jurnalis daerah yang sedang mengetuk pintu seorang Jenderal Bintang Dua. Namun, apa yang kami terima sungguh bagaikan langit dan bumi dari apa yang kami khawatirkan.
Dukungan beliau adalah sebuah pelukan moral yang nyata, bukan sekadar basa-basi protokoler yang dingin. Lebih dari sekadar restu, di balik sorot matanya yang tegas, tersimpan harapan dan keinginan yang begitu kuat dari Sang Jenderal. Ia merindukan lahirnya pilar pers di Kepri yang tumbuh lebih berkualitas, profesional, dan benar-benar kompeten di bidangnya.
Baginya, pers bukan sekadar mitra, melainkan pilar peradaban yang menentukan arah bangsa. Beliau menaruh kepercayaan besar dengan mengajak KJK bersinergi erat memerangi disinformasi demi kenyamanan investasi melalui sebuah pesan mendalam:secure Kepri, secure your investments.
Sikap kebapakan Sang Jenderal seketika membasuh luka menganga yang sedang kami rasakan di luar sana. Sungguh sebuah ironi yang menyayat hati dan menguji batin. Di saat seorang pemimpin tertinggi kepolisian di Kepri mengulurkan tangannya yang kokoh untuk menopang kami agar tidak jatuh, di luar sana justru ada angin kencang yang sengaja ditiupkan oleh kedengkian untuk merubuhkan langkah kami.











