IDNNEWS.CO.ID, Batam – Bank Indonesia kembali menegaskan bahwa uang rupiah bukan sekadar alat transaksi, tetapi simbol kedaulatan negara yang harus hadir hingga ke wilayah paling terdepan Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang resmi diberangkatkan dari Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar, Batam, Rabu (2/7/2026).
Kegiatan strategis nasional yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) ini menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi uang rupiah sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto menegaskan bahwa kehadiran rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga, termasuk di daerah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak mudah dijangkau.
“Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, tetapi juga representasi kedaulatan negara. Karena itu, Bank Indonesia memastikan masyarakat di wilayah terluar tetap mendapatkan akses terhadap uang rupiah yang layak edar,” ujarnya dalam pelepasan ekspedisi.
Pada tahun ini, Ekspedisi Rupiah Berdaulat di wilayah Kepulauan Riau menjadi ekspedisi ke-10 dari total 19 ekspedisi yang dilaksanakan Bank Indonesia di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Program tersebut menjadi agenda rutin nasional untuk memastikan distribusi uang tunai tetap berjalan optimal, terutama di wilayah yang masuk kategori 3T.










