Menko Airlangga: Investasi Semikonduktor Jadi Langkah Strategis Perkuat Daya Saing Industri Nasional

IDNNEWS.CO.ID, Washington – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) pengembangan ekosistem semikonduktor tahap pertama senilai USD 4,89 miliar, dengan potensi tambahan investasi selanjutnya hingga USD 26,7 miliar.

Kesepakatan ini menjadi langkah konkret Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok teknologi global dan mempercepat transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi.

Kerja sama tersebut melibatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri (KI) WIRARAJA Green Renewable Energy & Smart Eco Industrial Park (GESEIP) yang digarap oleh PT Galang Bumi Industri (GBI) sebagai pihak pelaku usaha Indonesia, serta perusahaan Amerika Serikat Essence Global Group, LLC. dan Tynergy Technology Corp sebagai mitra strategis pengembang teknologi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  Istri Hakim Ikut Terseret Kasus Suap Vonis Onslag CPO

Menko Airlangga menegaskan bahwa pengembangan ekosistem semikonduktor merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperdalam struktur industri dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global.

Indonesia tidak lagi diposisikan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai basis produksi dan pengembangan teknologi strategis.

Investasi ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 5.000 lapangan pekerjaan terampil, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

Pekerjaan yang tercipta akan berfokus pada bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi daya saing industri nasional.

BACA JUGA:  Angka Pengangguran dan PHK Meningkat di Batam, 'Investasi Jadi Solusinya'

Ruang lingkup kerja sama mencakup, namun tidak terbatas pada:
• Investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur;
• Perluasan inisiatif energi terbarukan dan proyek industri hijau;
• Program pengembangan tenaga kerja dan strategi penciptaan lapangan kerja;
• Penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi mutakhir.

Perusahaan mitra dari Amerika Serikat memiliki spesialisasi dalam proses plasmonik inovatif untuk memproduksi wafer ingot dan sel surya, serta mengintegrasikan teknologi amplifikasi energi canggih, termasuk pengembangan teknologi penyalaan fusi dan berbagai sumber energi berkelanjutan generasi baru lainnya.

Kolaborasi ini membuka akses Indonesia terhadap teknologi frontier sekaligus mempercepat penguatan ekosistem inovasi nasional.

BACA JUGA:  Rekaman Bagi-bagi 'Jatah' di Pemkab Lingga Kembali Muncul. 'Ade Bisa Dapat Dulu Sekitar Tujuh?'

“JDA ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” ujar Menko Airlangga.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah untuk memastikan setiap kemitraan internasional memberikan manfaat nyata berupa penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguasaan teknologi, dan percepatan transformasi ekonomi nasional menuju industri berteknologi tinggi dan berkelanjutan.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *