856 Kontainer Limbah B3 Menggunung di Batam, ‘Ancaman Senyap Kesehatan Masyarakat dan Keamanan Lingkungan’

“Pemerintah harus mengutamakan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan daripada aspek ekonomi semata,” tegas Osman. “Jika kesehatan terganggu dan lingkungan tercemar, biaya ekonomi jangka panjang jauh lebih besar.”

Meski tersimpan di dalam kontainer, limbah B3 memiliki potensi kebocoran atau kerusakan kemasan seiring waktu. Kondisi tropis, kelembaban, dan hujan deras dapat mempercepat korosi, meningkatkan risiko paparan pada pekerja pelabuhan hingga masyarakat sekitar.

Di sisi lain, penumpukan kontainer juga mengganggu aktivitas logistik, mempersempit ruang gerak pelabuhan, dan berpotensi meningkatkan biaya operasional.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA:  OJK Digination Day 2025: Transformasi 'Besar' di Industri Aset Digital Indonesia

Batam, yang digaungkan sebagai pusat logistik internasional, justru menghadapi hambatan dari hal yang seharusnya bisa diantisipasi melalui regulasi dan fasilitas sejak awal.

Para pemerhati lingkungan menilai pembangunan fasilitas pengolah limbah B3 merupakan kebutuhan mendesak. Fasilitas ini tak hanya menyelesaikan tumpukan kontainer saat ini, tetapi juga memberi kepastian bagi ribuan industri di Batam.

Dengan teknologi insinerasi modern dan sistem 3R industri, limbah tidak hanya dimusnahkan, tetapi juga diolah kembali sehingga bernilai ekonomis—praktik yang kini menjadi standar global dalam ekonomi hijau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *