Kemudahan akses tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dampaknya terasa langsung pada perputaran ekonomi lokal. Sektor hotel, restoran, transportasi laut, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM merasakan peningkatan aktivitas ekonomi.
“Ketika akses dipermudah, wisatawan datang lebih banyak, tinggal lebih lama, dan belanja lebih besar. Ini efek berantai yang sangat positif bagi Kepri,” ujar Buralimar.
Agar manfaat kebijakan semakin optimal, pelaku industri mendorong tiga langkah strategis. Antara lain, memperkuat promosi ke pasar utama internasional; meningkatkan layanan di pintu masuk melalui digitalisasi dan autogate dan membuat skema Golden Visa dan Second Home Visa lebih fleksibel untuk menarik wisatawan berkualitas sekaligus investor.
Dengan sinergi pemerintah dan pelaku industri, Kepulauan Riau diproyeksikan tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata. Lebih jauh, Kepri berpeluang menjadi pusat pertumbuhan baru yang mengintegrasikan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi.
Enam kebijakan visa telah membuka pintu lebar bagi dunia untuk datang. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap wisatawan yang berkunjung merasa nyaman, betah, dan ingin kembali lagi ke Kepulauan Riau. (Iman)
