Warga Tuntut Air Bersih, Tokoh Masyarakat Kepri Rahman Usman: Ini Bukan Politik, Ini Krisis Pengelolaan Air Batam

Rahman Usman, Tokoh Masyarakat Kepri
Rahman Usman, Tokoh Masyarakat Kepri

“Dulu dikelola oleh ATB, tahu-tahu kok diganti. Sementara kebutuhan air Batam terus meningkat, karena pertumbuhan penduduk semakin banyak dan kebutuhan industri terhadap air juga sangat tinggi,” ujar Rahman.

Lebih jauh, Rahman menilai persoalan utama justru terletak pada menurunnya ketersediaan air baku. Ia mengungkapkan bahwa waduk-waduk di Batam kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan akibat kerusakan lingkungan yang berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh, Rahman menilai persoalan utama justru terletak pada menurunnya ketersediaan air baku. Ia mengungkapkan bahwa waduk-waduk di Batam kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan akibat kerusakan lingkungan yang berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas.

“Persediaan air di waduk-waduk semakin berkurang. Penyebab utamanya adalah hutan di sekitar waduk dibabat, baik oleh pengusaha maupun masyarakat. Ini fakta yang tidak bisa dipungkiri,” tegasnya.

Menurut Rahman, lemahnya ketegasan pemerintah daerah dan BP Batam dalam menjaga kawasan tangkapan air telah memperparah situasi. Ia menilai bahwa pembangunan yang tidak terkendali dan abainya penegakan aturan lingkungan menjadi bom waktu bagi ketersediaan air bersih di Batam.

“Seharusnya Pemko Batam dan BP Batam tegas terhadap kerusakan hutan. Kalau kawasan tangkapan air rusak, waduk tidak akan mampu menyuplai kebutuhan air masyarakat,” katanya.

Rahman juga menekankan pentingnya solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan darurat. Ia mendorong pemerintah untuk segera membangun waduk-waduk tambahan sebagai langkah strategis menghadapi pertumbuhan Batam ke depan.

Pos terkait