“Antara perantau dan kampung halaman itu seperti batang tubuh. Jika sakit di kampung, maka kita yang di rantau ini juga ikut merasakan sakitnya,” kata Marion di hadapan sejumlah tokoh Sumbar yang hadir dalam acara tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Umum IKSB Kota Batam, Indra Sudirman, menjelaskan bahwa bantuan yang dihimpun tidak hanya berupa sembako, tetapi juga dalam bentuk uang tunai. Hingga saat ini, total donasi uang tunai yang terkumpul mencapai sekitar Rp300 juta.
“Selain tujuh truk yang kita lepas hari ini, masih ada tiga truk bantuan lagi yang akan menyusul. Besok, truk tersebut akan menyeberang ke Riau menggunakan kapal RoRo, kemudian dilanjutkan ke Sumatera Barat melalui jalur darat,” jelas Indra.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengapresiasi semangat gotong royong dan kepedulian warga Batam dalam membantu korban bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. Ia menilai, aksi solidaritas tersebut merupakan cerminan semangat kebersamaan dan kebangsaan yang patut dibanggakan.
“Bantuan dari masyarakat Batam untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana adalah wujud nyata semangat berkita dan semangat kebangsaan. Ini adalah nilai luhur yang harus terus kita jaga,” ujar Amsakar.
Amsakar juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk membantu tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh Darussalam. Selain itu, Dinas Sosial Kota Batam juga telah menghimpun bantuan tambahan yang nilainya mencapai Rp1,1 miliar.
Tak hanya itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan ke daerah terdampak. Sejumlah paguyuban, organisasi kemasyarakatan, hingga partai politik turut berpartisipasi dengan mengirimkan relawan maupun bantuan material.
Amsakar menyampaikan keinginannya untuk secara langsung mengunjungi wilayah terdampak bencana guna mengantarkan bantuan. Namun, rencana tersebut sementara ditunda karena Kota Batam tengah memperingati Hari Jadi Kota Batam (HJB) ke-196 yang jatuh pada 18 Desember 2025.
“Saya meminta kepada IKSB agar seluruh bantuan ini dilaporkan ke Dinas Sosial, sehingga dapat kita data secara menyeluruh. Bagaimanapun, semua bantuan yang disalurkan perlu kita sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” pungkas Amsakar.
