Dari sisi teknis budidaya, petani sempat menghadapi kendala cuaca saat musim hujan yang memicu munculnya penyakit embun bulu pada tanaman cabai. Namun, masalah tersebut berhasil diatasi melalui penanganan yang tepat sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga.
“Memang sempat ada serangan penyakit di pucuk, tapi bisa diatasi,” jelas Said.
Produktivitas panen juga dipengaruhi oleh ketersediaan tenaga kerja. Dalam praktiknya, satu orang pekerja mampu memetik rata-rata 25 kilogram cabai dalam setengah hari, mencerminkan potensi produksi yang cukup tinggi.
Ketua Poktan Bintan Jaya, Kaharudin yang akrab disapa Ameng, menjelaskan bahwa kelompoknya mengelola lahan seluas delapan hektare yang ditanami pepaya california, nanas, dan cabai hijau. Untuk komoditas pepaya, masa tanam hingga panen perdana mencapai delapan bulan, dengan frekuensi panen setiap tiga hari sekali.
“Sejauh ini tidak ada kendala, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Harga juga masih stabil,” ungkapnya.
Dengan capaian ini, sektor pertanian Bintan dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah sekaligus penggerak ekonomi lokal, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas di Kepri.(iman)
