Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat agar berbagai persoalan pembangunan dapat ditangani secara bersama-sama.
“Kolaborasi seperti ini harus terus kita dorong. Pemerintah tentu memiliki keterbatasan, sehingga dukungan dari BUMN dan dunia usaha sangat penting. Ketika semua pihak bergerak bersama, manfaatnya akan lebih cepat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Nyanyang juga berharap fasilitas sumur bor yang telah diresmikan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bersama pengurus masjid dapat menjaga fasilitas ini dengan baik. Jangan hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat agar keberadaannya bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tutur Nyanyang.
Ia menilai, bantuan tersebut menjadi contoh nyata bahwa momentum peringatan HUT perusahaan dapat diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sementara itu, peresmian sumur bor di Masjid At Taubah menjadi salah satu bentuk kepedulian PT Sucofindo dalam memperluas akses air bersih. Program tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan di Kepulauan Riau.
Pemprov Kepri, kata Nyanyang, akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kita ingin pembangunan tidak hanya terlihat dari infrastruktur, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Akses terhadap air bersih adalah salah satu bentuk pelayanan dasar yang harus terus kita perhatikan,” pungkasnya. (Iman Suryanto)
