Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, PT BTP juga melakukan reformasi besar-besaran di sisi operasional. Guna memangkas birokrasi logistik yang kerap memicu inefisiensi, perusahaan menerapkan konsep single port operator, skema CY to CY, serta one gate system.
Seluruh sistem baru ini diintegrasikan dengan kepatuhan penuh terhadap standar International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code. Dengan demikian, alur pelayanan kepada pengguna jasa menjadi jauh lebih sederhana, cepat, aman, dan efisien.
Langkah paling visioner yang diambil oleh PT BTP adalah digitalisasi menyeluruh pada sistem operasi terminal. Capt. Basori Alwi menjelaskan bahwa pihaknya telah sukses mengimplementasikan Navis N4 Terminal Operating System.
Sebagai informasi, Navis N4 merupakan platform teknologi terkemuka yang telah dipercaya oleh lebih dari 460 terminal petikemas di lebih dari 80 negara di dunia.
“Melalui sistem Navis N4 ini, seluruh proses operasional kami kini menjadi lebih terintegrasi. Mulai dari manajemen pergerakan peti kemas, pelayanan kapal, proses penagihan (billing), hingga pemantauan atau monitoring oleh pengguna jasa yang kini dapat diakses secara real time,” pungkasnya.
Langkah modernisasi yang dilakukan PT BTP ini diharapkan tidak hanya menguntungkan pelaku usaha lokal, tetapi juga mampu menarik minat investor global untuk menjadikan Batam sebagai jalur rantai pasok utama di kawasan Asia Tenggara.(Iman Suryanto)
