“Besaran IPL sudah disampaikan secara detail sebelum penyerahan unit. Artinya, sejak awal pembeli mengetahui dan menyetujui kewajiban tersebut,” tegasnya.
Simson juga memaparkan bahwa dana IPL memiliki peruntukan yang jelas untuk mendukung operasional dan kenyamanan kawasan. Dana tersebut digunakan untuk layanan kebersihan dan pengangkutan sampah, pengamanan lingkungan, operasional gate perumahan, hingga perawatan fasilitas umum seperti kolam renang serta lampu penerangan jalan.
“Pengelolaan kawasan membutuhkan biaya rutin. IPL digunakan untuk memastikan lingkungan tetap aman, bersih, dan fasilitas umum dapat berfungsi dengan baik,” jelasnya.
Terkait munculnya aksi protes warga, manajemen menyayangkan langkah tersebut karena pada prinsipnya pihak pengelola telah menyiapkan ruang dialog. Bahkan, kata Simson, manajemen The Icon Central Group telah merencanakan pertemuan dengan warga pada akhir Januari 2026 untuk membahas berbagai aspirasi dan mencari solusi bersama.
“Manajemen sebenarnya akan mengajak warga berdiskusi pada akhir Januari ini. Tujuannya jelas, untuk mencari win-win solution. Namun aksi ini dilakukan lebih dulu sebelum dialog tersebut terlaksana,” ungkapnya.
Meski demikian, Simson menegaskan bahwa manajemen tetap membuka pintu komunikasi dan tidak menutup diri terhadap masukan warga. Pihaknya berharap dialog dapat berjalan secara konstruktif dan mengedepankan fakta serta kesepakatan yang telah dibuat bersama.
