“Insya Allah, saya akan perjuangkan agar tahun depan status ini bisa ditingkatkan. Namun harus dipahami, semuanya bergantung pada APBD. Jika APBD belum cukup kuat, penyesuaian tidak bisa dilakukan serta-merta,” jelasnya.
Amsakar menegaskan bahwa Pemko Batam tidak hanya mengikuti regulasi, tetapi juga berupaya mencari solusi terbaik bagi pegawai sesuai kemampuan daerah. Ia meminta seluruh PPPK Paruh Waktu meningkatkan etos kerja dan meninggalkan pola lama yang dinilai tidak produktif.
“Sekarang tidak ada lagi cerita bekerja ala kadarnya atau bekerja sambil lintang-lunggang. Era sekarang adalah era yang menuntut kinerja terbaik,” tegasnya.
Menurut Amsakar, perubahan budaya kerja birokrasi harus dilakukan secara menyeluruh. Birokrasi modern bukan lagi soal pencitraan personal, tetapi soal kontribusi nyata dalam memberi pelayanan yang cepat, responsif, dan berdampak bagi masyarakat.
Di era kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, ia menegaskan tidak ingin melihat aparatur hanya unjuk muka tanpa kinerja yang terukur.
“Saya ingin di era Amsakar–Li Claudia tidak ada lagi yang sekadar tampil di depan. Yang saya perlukan adalah kinerja terbaik bagi kemajuan Kota Batam yang kita cintai,” tutupnya.
Amsakar juga menegaskan bahwa Batam sedang berada pada fase percepatan pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai jika semua aparatur memiliki semangat kuat dan memberikan kontribusi optimal.
“Keberhasilan pemerintah membutuhkan SDM yang tidak hanya hadir secara administratif, tetapi mampu menjadi motor penggerak pembangunan kota,” pungkasnya. (****)
