Selain sampah, Amsakar juga menekankan percepatan penanganan infrastruktur jalan dan banjir. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air diminta segera menuntaskan pelebaran jalan di wilayah Sungai Beduk hingga Nongsa, serta jalur Batu Aji menuju Tiban, guna mengurai kemacetan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Untuk Dinas Pemadam Kebakaran, Amsakar menginstruksikan perbaikan kendaraan operasional yang dinilai masih banyak membutuhkan pembenahan, sekaligus peningkatan respons cepat terhadap kejadian kebakaran, termasuk kebakaran lahan di TPA.
Sementara itu, kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Amsakar berharap lahirnya inovasi yang mampu menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menarik, nyaman, dan berkesan bagi pelajar serta masyarakat pencinta ilmu pengetahuan.
Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga kembali menegaskan komitmen terhadap janji politik pemerintahannya. Dari 15 program prioritas, ia menyebut ada tiga indikator utama yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat, yakni penanganan sampah, pengendalian banjir, dan pelayanan air bersih.
“Sehebat apa pun program lain, jika tiga persoalan mendasar ini tidak selesai, kami malu melanjutkan pemerintahan. Saya membutuhkan orang-orang yang tegak lurus, cepat, dan serius dalam bekerja,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Amsakar mengapresiasi capaian ekonomi makro Kota Batam yang tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,89 persen, realisasi investasi mencapai Rp69,8 triliun atau 115,5 persen dari target, serta penurunan angka kemiskinan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
“Indikator ini menunjukkan tata kelola pemerintahan berada pada jalur yang benar. Saya mengajak seluruh pejabat untuk meluruskan niat, membuang rasa dengki, dan bergerak solid demi wajah baru serta hasil kerja yang lebih baik untuk Batam,” tutup Amsakar.(****)
