Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Fatmawati, ST M. Eng, menekankan bahwa kehadiran taman asuh yang terstandarisasi di lingkungan kerja adalah kunci dalam menjawab tantangan kependudukan dan penguatan institusi keluarga.
“TAMASYA adalah upaya kita untuk mengoptimalkan bonus demografi. Melalui program ini, para ibu yang bekerja tidak merasa khawatir atau terpaksa mengundurkan diri demi pengasuhan anak. Ini adalah bagian dari pendekatan siklus hidup dalam pembangunan keluarga untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas,” tegas Dr. Fatmawati.
Sinergi antara Pertamina dan BKKBN Sumut diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Selain meningkatkan loyalitas dan kinerja karyawan, program ini menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari bentuk komitmen Pertamina dalam menghadirkan ruang kerja yang produktif dan ramah anak.
“Melalui program ini, kami berkomitmen untuk mewujudkan ekosistem kerja yang produktif sekaligus inklusif. Kami percaya bahwa kesejahteraan karyawan, termasuk dukungan terhadap tanggung jawab keluarga, berdampak langsung pada fokus, loyalitas, dan kinerja,” tegasnya.
Program ini merupakan upaya Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 terkait Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin 5 terkait Kesetaraan Gender, dan poin 8 terkait Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi. (***)
