Program tersebut diarahkan ke pulau-pulau terluar, terdepan, dan tertinggal yang hingga kini belum mendapatkan akses listrik secara memadai.
Langkah itu sekaligus menunjukkan bahwa elektrifikasi di wilayah kepulauan tidak selalu harus ditempuh dengan membangun jaringan listrik konvensional dalam skala besar.
PLTS komunal menawarkan pendekatan yang lebih terdesentralisasi: pembangkit dibangun dekat dengan masyarakat yang membutuhkan energi.
Dengan semakin berkembangnya teknologi panel surya dan sistem penyimpanan energi, pendekatan tersebut berpeluang menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat pemerataan listrik sekaligus mendukung agenda ekonomi hijau di Kepulauan Riau.
Bagi provinsi yang sebagian besar wilayahnya berupa laut, energi surya bukan hanya alternatif sumber listrik. Teknologi tersebut mulai diposisikan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang menghubungkan akses energi, pemerataan pembangunan, efisiensi biaya, dan transisi menuju energi rendah karbon. (Iman Suryanto)
