Ia menjelaskan, dari sisi infrastruktur, operasional PGN di Sumatera Utara didukung jaringan yang dikelola PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Jaringan tersebut telah terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan gas domestik, termasuk regasifikasi LNG Arun serta sejumlah blok hulu migas nasional.
Gas bumi yang disalurkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, kawasan industri, hingga sektor pupuk yang memiliki peran strategis dalam menjaga produktivitas ekonomi nasional.
Saat ini PGN mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang 1.834 kilometer di wilayah Sumatera bagian utara. Infrastruktur tersebut melayani pelanggan rumah tangga, usaha kecil, sektor komersial, hingga industri sehingga memperluas akses energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Ke depan, pengembangan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang dibangun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diyakini akan semakin memperkuat konektivitas jaringan gas nasional di Pulau Sumatera.
Jaringan transmisi tersebut akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan sehingga memungkinkan distribusi gas bumi yang lebih fleksibel dari Aceh hingga Lampung.
“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelas Heri.
Ia menambahkan, penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik.
