Untuk mendukung strategi tersebut, PGN mengalokasikan porsi belanja modal (capital expenditure/capex) yang signifikan pada tahun 2026. Dari total capex sebesar US$353 juta, sekitar 62 persen difokuskan untuk penguatan sektor hilir, sektor antara, serta pengembangan lini bisnis lainnya.
Investasi ini diarahkan tidak hanya untuk pembangunan jaringan pipa gas, tetapi juga peningkatan keandalan infrastruktur, digitalisasi layanan, dan efisiensi operasional. PGN menilai penguatan sektor hilir menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri energi global.
“Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih yang aman dan terjangkau, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, seperti penghematan biaya energi rumah tangga, serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” tambah Aldiansyah.
Langkah PGN ini sejalan dengan arahan pemerintah yang disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Ia menegaskan pentingnya PGN untuk lebih fokus pada bisnis hilir dan tidak lagi menggarap sektor hulu (upstream), agar peran perusahaan lebih optimal dalam mendukung kebutuhan energi domestik.
“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota, yakni Batam, sambil kita evaluasi,” ujar Dony pada Selasa (28/1/2026).
Batam dipilih sebagai lokasi awal karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, tingkat urbanisasi yang tinggi, serta potensi pertumbuhan ekonomi yang kuat. Keberhasilan proyek jargas di Batam diharapkan dapat menjadi model pengembangan serupa di kota-kota lain di Indonesia.
Secara ekonomi, pengembangan jargas diproyeksikan memberikan multiplier effect, mulai dari penciptaan lapangan kerja selama masa konstruksi, peningkatan efisiensi belanja energi rumah tangga, hingga mendorong daya saing industri kecil dan menengah. Selain itu, penggunaan gas bumi dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil lainnya, sehingga mendukung agenda pengurangan emisi karbon nasional.
Dengan fokus baru pada sektor hilir dan percepatan pembangunan jargas, PGN menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam penyediaan energi bersih nasional, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. (***)
