“Pada periode seperti haji flight, kebutuhan avtur meningkat sehingga suplai menjadi salah satu yang diprioritaskan dan terus dipantau agar operasional penerbangan tetap berjalan,” ujarnya.
Dengan pola distribusi berlapis tersebut, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Batam tidak hanya mengandalkan satu titik sumber pasokan.
Jaringan Dumai, Tanjung Uban, Medan hingga Padang menjadi bagian dari sistem logistik energi yang memberikan fleksibilitas ketika terjadi perubahan kondisi di lapangan.
Strategi ini sekaligus menunjukkan pentingnya integrasi jaringan distribusi energi nasional bagi wilayah kepulauan seperti Kepri.
Di tengah karakter geografis Kepri yang terdiri atas banyak pulau dan mengandalkan konektivitas laut, kesinambungan pasokan BBM menjadi faktor penting dalam menopang aktivitas masyarakat, industri, transportasi hingga penerbangan.
Melalui skema rutin, alternatif dan emergency, Pertamina berupaya memastikan rantai pasok energi tetap berjalan sekaligus menjaga ketahanan stok di Terminal Batam. (Iman Suryanto)
