“Karena ada tambahan kloter, kurang lebih sekitar 5 persen dibandingkan 2025,” ujar Sigit.
Pertumbuhan penyaluran avtur ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung konektivitas udara di Batam. Sebagai salah satu pintu gerbang utama Kepulauan Riau, Bandara Hang Nadim memiliki peran strategis dalam menopang mobilitas penumpang, kegiatan bisnis, pariwisata, hingga perjalanan keagamaan.
Dengan tren pertumbuhan tersebut, kebutuhan avtur di Batam diperkirakan tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan dan konektivitas udara di kawasan. (Iman Suryanto)
