Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas publik, termasuk bus dan halte, agar terhindar dari aksi vandalisme sehingga umur layanan dapat lebih panjang.
Dalam peluncuran tersebut, Pemerintah Kota Batam juga menggandeng Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau untuk menghadirkan inovasi pembayaran digital melalui QRIS TAP.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan pengguna cukup mendekatkan perangkat ke alat pembayaran tanpa perlu lagi melakukan pemindaian kode QR secara manual.
Menurutnya, inovasi tersebut merupakan bagian dari penguatan ekosistem transaksi digital di Batam agar sejajar dengan kota-kota besar lain di Indonesia.
Implementasi QRIS TAP akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan perangkat di armada dan fasilitas pendukung.
Bank Indonesia juga menyebut sebelumnya implementasi pembayaran QRIS telah diterapkan di sejumlah titik layanan publik dan akan terus diperluas.
Untuk mendukung program ini, nilai investasi layanan disebut mencapai sekitar Rp47 miliar.
Anggaran tersebut tidak hanya mencakup armada bus, tetapi juga pembangunan dan pembenahan halte, sistem pendukung, perangkat teknologi, hingga infrastruktur layanan transportasi berbasis digital.
Dengan integrasi transportasi dan pembayaran digital tersebut, Pemko Batam berharap penggunaan angkutan umum semakin meningkat dan mampu menjadi penggerak produktivitas ekonomi daerah. (Iman Suryanto)
