Respons positif datang dari warga yang merasakan langsung dampak program tersebut. Ina, warga Sei Raya, mengaku kenaikan harga bahan pokok belakangan cukup terasa saat berbelanja.
“Sekarang belanja memang harus lebih dihitung karena harga naik. Dengan adanya pasar murah ini, kami sangat terbantu karena kebutuhan pokok masih bisa terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Nek Tinah, warga Tanjung Kertang. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Pasar Murah AGP di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
“Nenek bersyukur sekali dengan adanya AGP dan MEG. Cari makan dan uang sekarang susah, sementara kebutuhan pokok tetap harus dipenuhi. Kegiatan ini benar-benar membantu dan membuat nenek merasa tidak sendirian,” tuturnya haru.
Sementara itu, Saiful, warga Pasir Merah, menilai pasar murah menjadi solusi konkret di tengah kenaikan harga.
“Biasanya kalau harga naik, kami terpaksa mengurangi belanja. Dengan adanya Pasar Murah AGP, kebutuhan pokok tetap bisa dipenuhi tanpa harus mengorbankan kebutuhan lain,” ungkapnya.
Senada dengan warga lainnya, Izam, warga Sembulang, menyebut keberadaan pasar murah memberikan rasa lega bagi masyarakat. “Harga naik, sementara kebutuhan tidak bisa ditunda. Pasar murah ini sangat membantu. Setidaknya ada bantuan nyata yang bisa kami rasakan langsung,” katanya.
