Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama BP Batam untuk mendukung kelancaran investasi melalui percepatan perizinan dan koordinasi lintas instansi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ketika satu investasi masuk ke suatu daerah, investasi itu akan menggerakkan roda ekonomi, mendorong pertumbuhan, memberikan kesempatan untuk menekan angka pengangguran, dan melakukan rekrutmen tenaga kerja. Dengan demikian, investasi akan memberikan multiplier effect bagi daerah,” ujarnya.
Salah satu kontribusi yang dinantikan dari pembangunan Pakuwon City Batam adalah terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat.
Proyek ini diperkirakan membutuhkan sekitar 5.000 tenaga kerja yang berkaitan dengan berbagai aktivitas pembangunan dan pengelolaan kawasan, mulai dari pusat perbelanjaan, perhotelan, pengelolaan apartemen, hingga layanan pendukung lainnya.
Bagi Batam, investasi ini berpotensi memperluas kesempatan kerja di luar sektor manufaktur. Aktivitas pusat perbelanjaan dan perhotelan juga membuka ruang bagi tumbuhnya kebutuhan tenaga kerja di bidang perdagangan, pelayanan, kuliner, pariwisata, dan jasa profesional.
Selain penyerapan tenaga kerja, keberadaan hampir 100 calon tenant yang telah dijajaki juga berpotensi menciptakan peluang kemitraan bagi pelaku usaha lokal.
Amsakar berharap investasi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi secara luas, khususnya dalam meningkatkan aktivitas usaha dan menekan angka pengangguran di Batam.
Groundbreaking Pakuwon City Batam turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Kapolda Kepri, serta Komisaris Utama sekaligus Presiden Komisaris PT Pakuwon Jati Tbk, Alexander Tedja, bersama jajaran terkait.(**/JP)
