Pola serupa diprediksi berlaku untuk 2030, jadi pintu memang semakin terbuka. AFC akan mendapat jatah 8 tiket otomatis ke putaran final dan 1 tiket yang diperebutkan lewat playoff.
Slot bertambah bukan jaminan lolos, itu pelajaran pahit dari kualifikasi 2026 di mana persaingan di putaran ketiga masih sangat keras.
Tapi pelatih John Herdman justru melihat situasi ini sebagai peluang emas untuk mengukur kekuatan Skuad Garuda menuju Piala Dunia 2030, karena lawan lawan kuat di Asia sekarang akan jadi ujian penting untuk meningkatkan level permainan.
Artinya roadmap PSSI jadi lebih realistis. Bukan lagi mimpi lolos karena keajaiban, tapi membangun kedalaman skuad, menambah jam terbang lawan Timur Tengah dan Asia Timur, dan menjaga ranking FIFA supaya tidak selalu masuk pot bawah di drawing.
Dengan 8 tiket otomatis, posisi 8 besar Asia sudah cukup, dan itu bukan lagi hal mustahil jika proyek naturalisasi, pembinaan usia muda, dan kompetisi liga jalan bareng.
2030 mungkin bukan tahun kita angkat trofi, tapi ini untuk pertama kalinya dalam 100 tahun sejarah Piala Dunia, jalur menuju panggung utama itu benar benar terbuka sedikit lebih lebar untuk Indonesia.(**)
